KUBU RAYA, SP - Dosen Poltekkes Kemenkes Pontianak melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) melalui pengembangan pangan lokal berupa biskuit berbahan tepung ubi jalar dan tepung ikan nila sebagai makanan alternatif untuk mendukung pencegahan stunting pada balita.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Posyandu Bali Permai, Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, pada 8 Juni 2026 dan 8 Juli 2026.
Kegiatan Pengabmas ini mengangkat judul “Pengembangan Pangan Lokal Melalui Pengolahan Biskuit Tepung Ubi Jalar dan Tepung Ikan Nila sebagai Makanan Alternatif untuk Pencegahan Stunting di Desa Teluk Kapuas Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.”
Kegiatan dipimpin oleh Widyana Lakshmi Puspita, SKM, MPH, dengan anggota Sueabah, S.Gz, M.Kes dan Ir. Jonni Syah R Purba, M.Kes.
Kegiatan dihadiri Bidan Desa, Ketua dan kader Posyandu Bali Permai serta ibu-ibu yang memiliki balita di wilayah Posyandu tersebut.
Manfaatkan Potensi Pangan Lokal
Kegiatan ini dilatarbelakangi masih pentingnya upaya pemenuhan kebutuhan gizi balita melalui pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dan dapat diolah menjadi makanan bergizi.
Balita merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami masalah gizi. Kondisi tersebut antara lain dapat dipengaruhi oleh kurangnya asupan zat gizi serta pola makan yang belum sesuai dengan kebutuhan anak.
Protein merupakan salah satu zat gizi penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan balita. Dalam kegiatan ini, ikan nila dimanfaatkan sebagai sumber protein hewani, sementara ubi jalar digunakan sebagai salah satu bahan pangan lokal yang dapat diolah menjadi produk makanan alternatif.
Melalui pengolahan kedua bahan tersebut menjadi biskuit, masyarakat diperkenalkan pada alternatif pemanfaatan pangan lokal yang dapat dibuat secara sederhana di tingkat rumah tangga.
Edukasi Gizi dan Demonstrasi Pembuatan Biskuit
Kegiatan Pengabmas diawali dengan tahap persiapan, yaitu identifikasi permasalahan mitra terkait pemanfaatan pangan lokal, khususnya ikan nila dan ubi jalar.
Tim kemudian melakukan koordinasi dengan pihak Desa Teluk Kapuas, kader Posyandu dan bidan desa, sekaligus mempersiapkan bahan serta peralatan yang diperlukan untuk kegiatan demonstrasi.
Pada tahap pelaksanaan, ibu-ibu balita mendapatkan edukasi mengenai gizi seimbang sebagai salah satu upaya mendukung pencegahan gizi kurang dan stunting pada anak balita.
Sebelum edukasi dimulai, peserta diberikan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal mengenai gizi. Setelah penyampaian materi, peserta diberikan kesempatan berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait kebutuhan gizi balita dan penerapan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan biskuit berbahan tepung ikan nila dengan penambahan tepung ubi jalar.
Dalam demonstrasi tersebut, peserta tidak hanya diperkenalkan pada bahan dan proses pengolahan, tetapi juga mendapatkan pengetahuan mengenai cara menjaga tekstur biskuit agar tetap renyah serta dapat disimpan dengan baik.
Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Balita Meningkat
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita mengenai gizi seimbang untuk mendukung pencegahan gizi kurang dan stunting.
Selain pengetahuan, kegiatan juga memberikan keterampilan praktis kepada peserta dalam mengolah ikan nila dan ubi jalar menjadi produk biskuit yang dapat dikonsumsi sebagai makanan alternatif.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Ibu-ibu balita aktif mengikuti edukasi dan demonstrasi serta mengajukan berbagai pertanyaan dalam sesi diskusi.
Sebagai hasil praktik, tim dan peserta menghasilkan biskuit ikan nila dengan cita rasa gurih dan tekstur kering yang siap dikonsumsi.
Biskuit yang telah dibuat kemudian dicicipi oleh ibu dan balita yang hadir. Sebagian produk juga dibawa pulang oleh peserta sebagai contoh untuk dipraktikkan kembali di rumah.
Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal di Tingkat Keluarga
Melalui kegiatan ini, tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Pontianak mendorong agar pemanfaatan pangan lokal dapat menjadi bagian dari upaya keluarga dalam menyediakan makanan yang beragam dan bergizi bagi balita.
Kegiatan tidak hanya berfokus pada pengenalan produk biskuit berbahan ikan nila dan ubi jalar, tetapi juga memberikan pemahaman kepada ibu balita mengenai pentingnya penerapan gizi seimbang dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Evaluasi kegiatan dilakukan melalui post-test untuk melihat perubahan pengetahuan peserta setelah memperoleh edukasi. Seluruh rangkaian kegiatan juga didokumentasikan dalam bentuk foto dan video sebagai bahan pelaporan, evaluasi capaian, identifikasi kendala, serta penyusunan rekomendasi untuk kegiatan selanjutnya.
Dengan adanya edukasi dan demonstrasi tersebut, ibu balita diharapkan semakin memahami pemanfaatan bahan pangan lokal serta memiliki keterampilan untuk mengolahnya menjadi makanan yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak di tingkat keluarga. (*)